Skripsi Tak Perlu Dipikir, Tapi Dikerjakan!

Ilustrasi. Foto: Istimewa
Ilustrasi. Foto: Istimewa
BENGKEL CORETAN – Kawan, skripsi jangan dipikir tetapi dikerjakan. Salahnya mahasiswa, skripsi cuma dipikir, ngerjainnya nggak disempetin. Kalau dipikir terus, sampe lebaran monyet juga nggak bakal kelar tuh syarat buat raih titel sarjana. Mau jadi sarjana kan? Ya, maulah. Apa coba tujuan memutuskan tuk kuliah kalau bukan alasan buat jadi seorang sarjana, toh itu kan gelar prestisius. Ngenain toga di badan dan kepala itu kebanggan lho. Lha wong itu jubah kehormatan je bro! Makanya, mulai sekarang kalau sudah sampai pada tahap mengerjakan skripsi dari seluruh proses studimu di kampus, cobalah menghitung waktu dan kesempatan. Maksudnya, kamu harus memberikan beberapa waktumu untuk kerjakan skripsimu.
Kesempatan itu akan selalu ada dan tersedia (available). Masalahnya hanya mau atau tidak kamu menciptakan dan memanfaatkan kesempatan. Kalau mau, lakukan. Tapi kalau nggak mau, ya sudah tak mengapa semoga hari-hari besok sudah datang kemauannya, bukan maunya. Beda lho kemauan dan maunya. Hati-hati. Jangan suka nyamanyamain.! Jadi bro, sekali lagi mengerjakan skripsi bukanlah perkara sulit dan rumit. Tips awal mula. Kamu kan suka nih jalan-jalan. Sambil jalan, bisa saja kamu umpamanya menyelam sambil minum air. Peristiwa, realitas dan fakta itu berhamburan di setiap sudut bumi, di belahan bumi manapun, ada. 
 
Nah, pas jalan-jalan nih lihat sekeliling. Amati. Siapa tau dari situ kamu malah justru menemukan ide. Ide buat bahan skripsi maksudnya. Kalau ketemu yang menarik dan cocok dengan fokus studimu, datangin itu fenomena dan realita. Anggap saja kamu sedang melakukan observasi awal. Catat dan rekam. Nggak usah lama-lama, secukupnya saja. Sudah? Lanjutkan agenda jalan-jalanmu. Tapi inget, nanti kalau sudah pulang ke rumah atau tempat tinggalmu, buka catatan dan dengarkan hasil rekamanmu itu. Jangan sibuk ngeditin photo melulu. Sudah dilihat dan didengar, ambil kesimpulan. Setelahnya, bikinlah judul.
 
Besoknya, telpon pembimbingmu, minta waktunya untuk bertemu. “Pak, nanti ada waktu jam berapa? Saya mau ketemu bapak untuk keperluan konsultasi judul skripsi,” ngomong ma dosen gitu, kudu formal dikit bahasanya. “Oh iya, nanti jam 13.00 ya, saya tunggu di ruangan,”. Kalau dijawab begitu, gimana perasaanmu? Terus, habis itu judul skripsimu di-acc. Piye perasaanmu bro? Mantep to? Oke, jadi tuh barang!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *