Ternyata Orang Indonesia Sudah Kaya

Reaksi, tamasya dan piknik. Foto: Ilustrasi/Net)
Reaksi, tamasya dan piknik. Foto: Ilustrasi/Net)

BENGKEL CORETAN – Benarkah orang Indonesia sudah banyak yang kaya dan hidup berkecukupan? Tampaknya mudah sekali melihat apakah seseorang telah mencapai tarap hidup yang berkecukupan. Ya, lihat saja setiap kali waktu liburan tiba, sekurang-kurangnya saat weekend. Lantas di mana kita menemukan orang-orang kaya dan hidup sudah serba berkecukupan itu? Jawabannya di kawasan pariwisata.

Tiap kali liburan tiba, kawasan wisata di seluruh pelosok Indonesia begitu menarik minat masyarakat Indonesia untuk melepas lelah dan berpiknik ria bersama rekan-rekan terkasih dan keluarga. Tak tanggung-tanggung, kawasan wisata sehari sukses menampung puluhan hingga ribuan pengunjung. Kalau dilihat dari perspektif bisnis, tentu saja dunia wisata sangat menjanjikan.

Di tahun 2016, pemerintah Indonesia bahkan berani memprediksi kawasan wisata bakal dikunjungi sedikitnya 17 juta wisatawan. Itu pun baru wisatawan mancanegara. Wisatawan dalam negeri tentu tak mau kalah. Di zaman sekarang, kesibukan kerja memang telah menyita waktu, tenaga dan pikiran. Bagaimana tidak, di daearah/kota tertentu, bekerja mulai dari pagi hingga malam hari. Dan umumnya, waktu bekerja berkisar selama delapan jam. Artinya, waktu beristirahat nyaris hanya malam hari karena pagi-pagi sudah harus berangkat ke kantor dan tempat-tempat bekerja lainnya.

Keadaan itu memang menyiksa. Sudah, akui saja. Untuk itulah, ketika waktu libur tiba, sebagian besar masyarakat pekerja tak mau melewatkannya dengan hanya berdiam diri di rumah. Berpiknik adalah pilihan utama. Piknik tentu tak gratis, bahkan reltif mahal. Ya minimal Rp 500.000 habislah untuk berlibur dan piknik. Artinya, taraf hidup masyarakat Indonesia sudah relatif sejahtera. Toh, piknik dan berwisata bukanlah kebutuhan primer maupun sekunder, melainkan kebutuhan pelengkap. Tulisan ini bukan bermaksud mengeluh. Akan tetapi, hanya sekadar untuk mengukur taraf hidup orang Indonesia kebanyakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *