Ihwal Ketidakramahan Teknologi

ilustrasi penggunaan teknologi
ilustrasi penggunaan teknologi

BENGKEL CORETAN – Sejak puluhan tahun silam, banyak kalangan yang telah memprediksikan bahwa kemajuan teknologi tidak dapat dibendung oleh siapapun, bahkan negara manapun, termasuk Indonesia. kakek penulis dulu pernah berkata, nanti akan tiba suatu masa di mana tenaga manusia tidak lagi berharga, dan yang berjauhan akan terasa semakin dekat. Mungkin maksudnya bahwa masa yang diramalkan tersebut ialah masa kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia.

Ramalan itu seakan benar-benar terjadi. Manusia kini hidup di dalam kungkungan teknologi yang semakin canggih, bahkan kecanggihannya mampu menggantikan peran serta beberapa fungsi manusia, seperti bekerja dan berpikir. Tak hanya sampai di situ, kemajuan serta kecanggihan teknologi juga telah membawa manusia ke sebuah peradaban yang serba praktis serta gaya hidup yang serba bersaing dalam menonjolkan kecanggihan teknologi antar sesama.

Perusahaan-perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang teknologi berlomba-lomba menciptakan produk teknologi secanggih mungkin untuk memanjakan melenakan masyarakat dengan berbagai ciptaannya, sehingga masyarakat menjadi pemuja teknologi. Pada saat masyarakat telah menjadi pemuja teknologi, maka perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang tersebut akan terus meraup keuntungan demi keuntungan karena masyarakat akan terus mengharapkan model-model terbaru dari produk teknologi, lengkap dengan kecanggihannya.

Mungkin dapat dikatakan, bahwa produk teknologi yang paling banyak digandrungi masyarakat ialah handphone. Produk ini tak ada matinya, bahkan semakin laris di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Telepon genggam ini termasuk produk teknologi terfavorit, setidaknya di negeri ini, karena selain harga terjangkau, tetapi juga unik serta praktis. Jika kita amati, nyaris setiap bulannya, handphone selalu hadir ke hadapan masyarakat dengan model-model terbaru.

Arus perubahan ini begitu cepat serta tangkas dalam membaca kebutuhan masyarakat terhadap kemajuan teknologi. Bayangkan, hanya dalam jangka beberapa tahun saja, produk-produk berupa hanphone; Blackberry, Ipad, Android, dan lain-lain, begitu digemari oleh masyarakat, bahkan di antara mereka saling bersaing untuk memiliki berbagai produk tersebut agar tidak dikatakan gaptek atau ketinggalan zaman. Hebatnya, produk-produk lengkap dengan berbagai fitur, serta layanan-layanan internet yang canggih, membuat orang kian mudah dalam mengakses segala kebutuhan hidup (baca: informasi) tanpa harus keluar rumah.

Terlepas dari itu, kemajuan teknologi harus diakui telah memberikan kemudahan kepada masyarakat. Dilihat dari manfaatnya, teknologi memberikan berbagai kemudahan yang dapat meringankan beban tenaga serta pikiran bagi masyarakat. Ambil contoh hanphone, barang mungil yang ajaib ini telah banyak berjasa dalam memudahkan masyarakat untuk melakukan komunikasi jarak jauh antar keluarga, kerabat, dan teman yang berjauhan. Dengan telepon genggam, semua menjadi terasa dekat.

Di samping itu, kemajuan teknologi memang tidak boleh ditelan mentah-mentah. Artinya, kemajuan teknologi adalah suatu kenyataan yang tak dapat dihindari serta dinafikan, namun, bukan berarti kita lantas menyerahkan segala kehidupan ini pada kecanggihan teknologi. Manusia harus tetap menjalankan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan dan makhluk sosial.

Dengan kata lain, manusia harus tetap menjalankan kewajiban yang diembannya dalam mengharungi kehidupan ini untuk melakukan kesalehan kepada Tuhan serta kesalehan sosial yang diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Sebab, selain sebagai simbol kemajuan zaman, teknologi juga merupakan simbol dari sikap individualitas pada manusia. Teknologi mengajarkan kepada manusia bagaimana caranya tidak bergaul secara nyata antar manusia satu dengan manusia lainnya, pergaulan itu hanya terjadi di dalam dunia maya, tidak nyata. Bahkan, teknologi telah mengajarkan kepada manusia lupa bahwa dirinya memiliki tetangga.

Ketidakramahan lain dari kemajuan teknologi ialah penggunaan produknya yang tidak terbatas. Semua orang, tanpa pandang usia diharuskan menggunakan serta mengkonsumsi produk-produk tersebut tanpa batas, dan sepuasnya. Sebagai contoh misalnya, handphone, tidak ada aturan, khususnya di negeri ini, tentang penggunaannya, semua orang berhak sekalipun seseorang tersebut masih bayi, atau bahkan telah meninggal dunia.!

Selain itu juga, seseorang tidak dibatasi harus memiliki telepon genggam berapa jumlahnya. Padahal, jika kita berkaca pada Brunei, di sana ada semacam aturan pembatasan dalam menggunakan telepon genggam. Artinya, tidak semua orang diperbolehkan dalam menggunakan barang mungil ajaib ini, terutama bagi anak-anak, karena handphone radiasinya dapat meningkatkan risiko terkena tumor telinga dan kanker otak, berpengaruh buruk pada jaringan otak, dan lain-lain.

Terlepas dari itu, handphone atau HP dan manusia ibarat dua sisi mata uang. Meski berbeda, tapi tak dapat dipisahkan. Namun, keduanya bukanlah dua hal yang saling membutuhkan, karena manusialah yang justru membutuhkan handphone. Di zaman ini, manusia hidup tanpa handphone seperti sesuatu yang mustahil. Pertanyaan reflektifnya, mungkinkah manusia hidup tanpa handphone? Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *