Nasihat Islam Tentang Hari Esok

tentang  hari esok
Nasihat tentang hari esok

BENGKEL CORETAN – Secara definitif, sesuatu yang baru adalah hal yang tidak kita dapatkan sebelum-sebelumnya, baru ada serta tidak ada duanya. Namun, definisi itu mengalami perubahan, banyak orang saat ini menilai bahwa sesuatu yang baru itu adalah hal yang memang telah ada namun kemasannya belum tersentuh, atau istilah sederhanya, buka segel. Lantas bagaimana makna tahun baru?

Pergantian waktu, masa, zaman serta tahun adalah sunnatullah atau hukum alam yang tidak dapat dibantah dan pasti akan terjadi sampai dunia ini berakhir. Pergantian itu mengisyaratkan kepada manusia bahwa tiada sesuatu pun di bumi ini yang kekal dan abadi. Sesuatu yang lama akan digantikan dengan sesuatu yang baru, begitu pula sesuatu yang baru kelak pasti berlalu dan digantikan lagi dengan sesuatu yang baru. Begitu seterusnya sampai kehidupan ini benar-benar berakhir. Begitulah hukum perubahan dalam siklus kehidupan.

Pergantian tahun sebenarnya tidak ada sesuatu yang spesial. Bahkan kita sering kali merayakannya dengan pergelaran-pergelaran yang berlebihan, hura-hura, dan menghamburkan uang demi kesenangan sesaat dan setelah itu sirna seketika.

Terlepas dari hal itu, Islam memberikan konsep tentang muhasabah atau instrospeksi ketika kita telah melewati waktu, hari, masa serta tahun. Muhasabah itu dimaksudkan untuk mengingat kembali sesuatu apa saja yang telah kita kerjaan di hari-hari kemarin sebagai ukuran untuk menghadapi hari esoknya. Dan karena itulah mengapa sejarah mesti ditulis, sebab sejarah mengajarkan kepada kita bagaimana menghadapi hari-hari berikutnya.

Ukurannya adalah jika hari ini lebih baik dari hari-hari kemarin, berarti kita beruntung karena hal semacam itu berarti kita memperoleh perubahan yang baik. Sebaliknya, jika hari ini justru lebih buruk dari hari-hari kemarin, berarti kita adalah orang yang merugi, sebab kita tidak mampu berubah ke arah yang lebih baik atau stagnan.

Hiburan Nabi Muhammad SAW selain lantunan Al-Qur’an ialah kisah nabi-nabi terdahulu. Kisah nabi-nabi terdahulu itu bagi Muhammad dapat dijadikan pelajaran (ibroh) untuk melakukan aktivitas dakwah tauhid pada hari-hari berikutnya. Dari sini artinya bahwa sejarah itu nilainya adalah sebuah pelajaran, dan pelajaran yang dapat diambil bahwa yang baik itu diambil untuk bekal, dan yang buruk itu ditinggalkan untuk tidak lagi dicontoh, atau dibuang jauh-jauh.

Al-Qur’an mengisyaratkan kepada manusia agar merencanakan apa yang harus ia lakukan pada hari esok. Artinya, setelah kita melakukan muhasabah diri tentang apa yang telah diperbuat pada hari-hari kemarin, maka kita juga dituntut untuk membuat suatu rencana dalam menghadapi hari esok agar hidup lebih terarah serta terhindar dari hal-hal yang sia-sia.

Begitu pula jika kita kontekstualisasikan dengan agenda pergantian tahun masehi yang telah di depan mata kita. Satu tahun mungkin rentang waktu yang telalu lama jika kita melakukan muhasabah, introspeksi atau evaluasi mengenai perkara-perkara yang telah diperbuat. Tetapi tentu tidak ada salahnya jika hal itu dilakukan sebab sejatinya tidak ada kata terlambat jika kita ingin melakukan suatu perbaikan terhadap kualitas hidup.

Di sampan itu, setelah melakukan evaluasi atau muhasabah itu, maka kita dituntut untuk segera membuat rencana-rencana jangka panjang untuk menyambut kehadiran tahun baru masehi ini. Karena di tahun yang baru nanti kita kembali akan berhadapan dengan perubahan-perubahan yang kadang terjadi di luar prediksi. Pilihannya ialah kesiapan diri dengan bekal kebaikan yang telah kita investasikan pada hari-hari kemarin.

Zaman memang tidak bisa dilawan. Tapi, kita dilahirkan untuk menjadi petarung sejati. Pergantian tahun adalah suatu keniscayaan hidup. Perubahan merupakan suatu kebutuhan. Maka, perubahan itu haruslah menuju pada kebaikan-kebaikan saja. Kekuatannya tidak lain hanyalah terletak pada diri setiap individu.

Dalam pada itu, makna sejati pergantian tahun atau tahun baru tidak lain adalah perubahan. Meskipun perubahan itu sejatinya terjadi tiap saat, namun tahun baru setidaknya merupakan sebuah simbol perubahan. Dengan istilah lain, hadirnya tahun baru mempertegas bahwa perubahan itu akan tetap terjadi sampai kapan pun. Dan untuk menghadapi perubahan itulah kita dituntut agar membuat rencana agar perubahan tersebut tidak berlalu dengan sia-sia belaka.

Skenario kehidupan memang tidak dapat ditebak, tetapi apa salahnya jika kita membuat semacam rencana-rencana, setidaknya sebagai landasan untuk melangkah ke depan. Dan kita memang selalu dituntut untuk menatap hari-hari esok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *