Menang atau Kalah: (yang penting) Proses

(Wildan Sahidillah)

Memenangkan sebuah pertandingan memang hal yang membanggakan, tapi kalah dalam pertandingan juga memalukan bagi sebagian orang.

Kemenangan bukanlah sebuah tujuan dari sebuah game, menurut saya kemenangan adalah bonus dari proses yang telah kita alami. Di dalam sebuah game, tidak perlu harus menang, kalah itu perlu! Tapi bukan asal kalah karena kita memang dari awal tidak berusaha, bukan seperti itu. Kekalahan adalah sebuah pembelajaran, bisa jadi dalam kekalaham kita justru tahu bahwa kita belum pantas untuk menang. Ayo, coba pikir lagi?

Baca juga : Everyone Has His Own Game

Ketika kita menang, apakah kita bangga akan kemenangan kita dan menjatuhkan yang kalah? Jangan! Dalam pertandingan, bagi saya tidak ada yang namanya musuh, tetapi ada teman bersaing dalam sebuah kompetisi. Karena saya tidak ingin punya musuh apalagi mencari musuh. Karena kata “musuh” memiliki konotasi yang negatif, sehingga mari kita coba ganti “musuh” dengan “teman bersaing.”

Pasti pernah ngalamin masa-masa ketika kalah itu bener ngerasa terpuruk banget? Ya? Berarti kamu belum bisa menerima apa yang diajarkan oleh kekalahan. Kekalahan tidak melulu soal “gagal”, “tidak bisa”, tapi lebih ke “belum”. Intinya adalah kekalahan tidak mengajarkan kamu untuk meratapi kegagalan, tetapi kekalahan mengajarkan bahwa “aku harus bisa dan lebih baik setelah ini!”

Baca juga : hari ini lebih baik dari hari-hari kemarin, berarti kita beruntung

Pemenang yang baik adalah pemenang yang tidak melupakan proses dalam mencapai kemenangannya. Jadi, ketika kamu pernah merasakan kemenangan, janganlah berhenti saat kamu sudah memenangkan itu, tapi game, terus berkembang mengikutimu yang selalu berkembang juga. Seperti kata Fourtwnty di lagunya, “Bergeraklah dari zona nyaman.” Menang, bisa diartikan “Zona Nyaman”, karena zona tersebut bisa membuatmu melupakan sejenak proses yang telah kamu alami, jangan! Kamu harus selalu bergerak dan berkembang, jangan diam di tempat, karena kamu akan tertinggal.

Poin terpenting adalah, dalam sebuah game, jangan melulu orientasinya adalah “menang dan kalah”, tetapi bagaimana proses kita untuk mencapainya, entah itu kalah atau menang. Ketika kamu mau dan berusaha sungguh-sungguh, niscaya akan ada hikmah yang bisa kamu dapatkan, entah kamu di posisi menang atau kalah. Setidaknya hargailah usaha-usaha yang pernah kamu lakukan sebelumnya, dan jangan suka menyalahkan orang lain, jangan! Walaupun itu benar salah mereka, tapi jangan frontal mengatakan, “Ini salah kamu!”, tolong, jangan.

Baca juga : Sisi Lain Keberuntungan: Sebuah Prolog

Orang yang suka menyalahkan orang lain, terlalu banyak bicara, dan tidak memahami perasaan orang lain adalah beberapa ciri orang yang memiliki EQ (Emotional Quotient) yang rendah. EQ sangat berpengaruh dalam sebuah game, yang bisa mempengaruhi mental diri kita. Jadi, apakah kamu termasuk orang yang belum bisa mengontrol emosi? Mari instrospeksi diri kita mulai dari sekarang.

Simpulannya, mari kita evaluasi apakah dalah sebuah pertandingan atau game itu kita benar-benar layak untuk mendapatkan “kemenangan” atau “kekalahan”, mungkin karena beberapa faktor yang mempengaruhi kita kalah atau menang. Bukan soal menang atau kalah, yang terpenting adalah proses. Proses akan menjadi pengalaman yang terbaik di masa yang akan datang, jadi nikmatiklah proses yang ada. Keep Struggle!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *