Belajar (dari) Membaca

(Wildan Sahidillah)

“Apakah kamu termasuk orang yang suka membaca buku?

“Buku tentang apa?”

“Apa yang kau dapatkan dari membaca buku?”

Mungkin beberapa orang memiliki perspektif ketika memilih buku untuk dibaca. Ada yang beranggapan bahwa membaca buku menambah ilmu pengetahuan, referensi, dan ada yang menganggap untuk hiburan.

Saya setuju, kedua argumen di atas tidak salah. Memang membaca buku itu tergantung jenis buku apa, dan apa yang kita sukai.

Banyak orang yang sering membaca buku, bahkan sudah banyak dari jenis-jenis buku yang dibaca sehingga tertata rapi di rak bukunya. Tapi, apakah kita paham dan mengerti betul apa yang kita baca?

Membaca tidak hanya memperhatikan jajaran kata, frasa, klausa, kalimat, atau paragraf, tapi lebih ke memahami apa makna tulisan tersebut, dan kenapa kita bisa suka membaca buku? Dan kenapa banyak juga yang tidak suka membaca buku?

Membaca dalam artian “sempit” mungkin identik dengan sebuah tulisan, tapi kita tahu makna membaca “secara luas” itu tidak hanya membaca buku, tapi membaca situasi, membaca orang lain, membaca suatu permasalahan, dan lain-lain.

Begitu juga dengan aggapan “Don’t judge a book by its cover,”  itu sangat penting untuk kita pahami dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pepatah dalam bahasa Inggris di atas mengajarkan kita supaya jangan menilai sesuatu dari sampulnya (dari sisi luar), padahal kita belum tahu yang di dalamnya itu seperti apa.

Kata Soesilo Toer, “Sejak dulu budaya orang Indonesia itu cuma mendengar, tidak mau membaca dan menelitim jadi ndak akan pernah menemukan bukti autentik. Dan cuma mendengar mereka sudah merasa paling benar.

Bisa kita ambil simpulan, bahwa orang yang tidak membaca itu sangat rugi, kenapa? Karena dia tidak mendapatkan hal yang seharusnya didapatkan oleh membaca. Kalau mendengar terus, kita hanya mendengar apa yang orang lain dapatkan, tidak yang kita dapatkan sendiri.

Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan membaca bukan karena kita gengsi, tetapi percaya bahwa kita akan menemukan sudut pandang yang baru ketika kita membaca.

Kita harus terus belajar membaca dan terus belajar dari membaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *